Membincang Ulang Desentralisasi di Indonesia
August 22, 2026
August 22, 2026
August 14, 2026
August 14, 2026
Dalam banyak literatur pembangunan global, desentralisasi adalah istilah yang tidak pernah ajeg. Banyak yang mengira, bahwa desentralisasi adalah upaya untuk memecah batu sentralisasi dalam banyak hal. Ada juga yang mengira bahwa desentralisasi itu semacam upaya untuk berdiri sendiri dan sama sekali tidak terikat dengan entitas sebelumnya. Beberapa pandangan tersebut tidak salah, namun juga kurang tepat dalam beberapa konteks. Dalam konteks global misalnya, desentralisasi tidak bisa hanya dimaknai sebagai penataan ulang struktur birokrasi pemerintahan an sich, lebih jauh dari itu, desentralisasi sesungguhnya merupakan instrumen strategis untuk mencapai efisiensi tata kelola dan inklusivitas. United Nations Development Programme (UNDP) mendudukkan desentralisasi sebagai restrukturisasi
Read moreJelang hari kemerdekaan negara ini, ada sebuah kutipan yang kerap dinisbatkan kepada seorang Tan Malaka, salah satu founding fathers kita. Isinya menggambarkan teguran keras kepada para pemimpin republik saat itu, bahwa kemerdekaan tidak boleh hanya menjadi milik elit, sementara rakyat tetap hidup dalam kemiskinan, ketidakberdayaan, dan ketergantungan. Tan Malaka tidak memahami kemerdekaan sebagai kebebasan untuk melakukan apa saja. Ada trilogi pemikirannya dalam konteks itu, yaitu Politik, Rencana Ekonomi Berjuang, dan Muslihat. Tiga pokok pikiran tersebut ditulis di kota Surabaya, dalam kurun waktu November – Desember 1945, beberapa bulan setelah proklamasi kemerdekaan. Dalam karyanya Politik, yang ia tulis pada 24 November
Read moreArief Wicaksono Pusat Studi Desentralisasi dan Kerjasama Global Universitas Bosowa Dalam diskursus pembangunan ekonomi modern, kelas menengah kerap dipandang sebagai tanda keberhasilan pembangunan. Kelompok ini dianggap berperan sebagai penggerak konsumsi domestik, penyedia tenaga kerja terampil, sekaligus penyangga stabilitas sosial dan politik. Namun, fungsi tersebut dapat melemah ketika kelas menengah mengalami erosi atau middle-class squeeze. Dalam kondisi demikian, masyarakat yang secara ekonomi tidak lagi miskin, tetapi belum memiliki keamanan ekonomi yang kuat, justru menjadi kelompok yang paling sensitif terhadap kenaikan biaya hidup, ketidakpastian pekerjaan, dan memburuknya layanan publik. Pada tanggal 21 Juli 2026, Chatib Basri dkk mempublikasikan sebuah artikel berjudul When
Read moreKehadiran dua peraih Nobel, Sir Konstantin Sergeyevich Novoselov dan Professor Brian Schmidt dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 yang digelar di ITB Bandung pada 8 Agustus 2025 yang lalu (Detik.com, 2025), memberikan kita lebih dari sekadar seremoni dan foto bersama. Kehadiran mereka adalah panggilan untuk membesuk dan menilai kembali bagaimana negara ini memproduksi, mendistribusikan, dan menggunakan pengetahuan ilmiah. Kehadiran mereka membuka peluang menimbang ulang prioritas kebijakan riset dan pendidikan tinggi, apakah orientasinya untuk memenuhi kebutuhan lokal dan pembangunan nasional, atau sekadar mengejar legitimasi lewat peringkat global? Brian Schmidt, salah satu nobel laureate bidang Fisika yang hadir pada
Read moreDitengah berhamburannya berbagai analisis dan juga spekulasi terhadap situasi sosial politik nasional yang sedang melanda Indonesia saat ini, saya pikir kita perlu jeda sejenak, merenung, membangun kembali kepercayaan diri untuk bangkit dari keterpurukan….
Read moreHari ini adalah hari terakhir dari sesi panjang sebuah pelatihan peningkatan kapasitas yang saya ikuti sejak hari Senin, 23 Maret 2015 lalu. Sambil menghempaskan diri di sofa lobby sebuah hotel di bilangan Jl. Imam Bonjol, sejenak saya membebaskan pikiran dari rumitnya materi dan tugas pelatihan dengan mulai menikmati sebatang nikotin dan segelas kafein yang tersedia. Tapi kenikmatan itu ternyata tidak lama, karena semenit berikutnya petugas hotel mendatangi saya dengan menyodorkan selembar nota sambil berkata “bapak…. ini bapak pu bon pesanan kopi yang bapak minum…” Kalimat yang diucapkan dengan dialek Ambon yang kental ini berhasil membuat saya tersenyum dan melupakan pressure
Read moreArief Wicaksono Akademisi Fisip Universitas Bosowa “Amuk massa!” Dua kata yang begitu akrab di telinga kita, ketika kita membayangkannya sebagai ledakan amarah spontan, gerombolan orang yang kehilangan akal sehat, menghakimi seseorang di jalanan atau merusak fasilitas umum karena tersulut satu percikan api. Kita melihatnya sebagai sebuah situasi yang penuh dengan kerusuhan, kekacauan, chaos, sebuah anomali dalam tatanan sosial masyarakat yang beradab. Namun, benarkah amok sesederhana itu? Mungkinkah di balik ledakan yang tampak acak ini, tersimpan sebuah pola, sebuah makna, dan bahkan, sebuah desain? Kita dapat menelusuri jejak amok, dari lorong sunyi jiwa seorang individu di masa lalu, hingga riuhnya
Read moreArief WicaksonoAkademisi FISIP Universitas Bosowa Sejarah seringkali berubah hanya karena kejadian kecil dan tidak terduga. Itu bukan hanya oleh perjanjian yang dibuat oleh para elit di meja rapat. Pidato heroik dari tokoh-tokoh penting juga tidak selalu menjadi penyebabnya. Tidak jarang, kematian seorang warga biasa, misalnya seorang remaja, mahasiswa, atau pedagang kecil, menjadi titik balik yang menggerakkan arus sejarah. Peristiwa semacam ini dikenal sebagai kejutan moral atau moral shock. Menurut sosiolog James M. Jasper dalam karyanya The Art of Moral Protest (1997), moral shock atau kejutan moral terjadi ketika suatu peristiwa atau informasi yang tak terduga menimbulkan rasa keterkejutan dan
Read moreMembaca karya Imam Mujahidin Fahmid, seorang akademisi, yang juga ‘pekerja lapangan’ (karena pengalaman suksesnya di berbagai bidang), terasa bagaikan membaca sebuah karya yang kompleks, rumit, dan agak sukar dicerna oleh orang biasa. Hal ini terjadi, mungkin karena terlihat saling tumpuknya pengalaman akademik dan berbagai latar belakang lapangan Imam, sehingga membaca jalan pikirannya saja (atau karena karya ini sejatinya adalah disertasi doktoralnya), kita yang orang biasa saja ini, mengalami kerepotan yang luar biasa. Akan tetapi demi munculnya beragam makna dan interpretasi atas karya beliau, maka saya mencoba menyederhanakannya dengan cara membacanya sebagai berikut dibawah ini.
Read more